Translate

Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Wednesday, 8 March 2017

Kepemimpinan Transformasional 2


Kepemimpinan Transformasional 2

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd

            Beberapa para ahli menjelaskan tentang pengertian kepemimpinan transformasional ada perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya namun ada juga persamaannya diantara mareka ini dapat dilihat sebagai berikut :




Selengkapnya...

Budaya Organisasi 2

Budaya Organisasi 2

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd


Budaya organisasi menurut pendapat para ahli diantaranya sebagai berikut: James L., et. all,  Budaya organisasi adalah cara pandang karyawan dan bagaimana persepsinya itu membentuk pola keyakinan, nilai, dan harapan. Komponen budaya organisasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu:






Selengkapnya...

Motivasi Kerja


Motivasi Kerja

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd

Beberapa para ahli menjelaskan tentang pengertian Motivasi kerja diantara sebagai berikut: Muhamad Surya Motivasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu yang terarah kepada suatu. Dorongan tertentu  mewujudkan perilaku untuk mencapai tujuan. Karakteristiknya a) sebagai hasil dari kebutuhan; b) terarah pada suatu tujuan; c) menopang perilaku.





Selengkapnya...

Komitmen Organisasi

Komitmen pada Organisasi

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd

Beberapa pengertian tentang Komitmen pada Organisasi diantaranya: Nancy Langton dan Stephen P. Robbins, komitmen pada organisasi adalah suatu tingkatan dimana seorang karyawan mengidentifikasikan diri dan keinginannya untuk tetap bersama dengan organisasinya. 






Selengkapnya...

Friday, 3 March 2017

Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan Transformasional

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd
Penggunaan pendekatan atau perspektif yang beragam atas kepemimpinan, selain melahirkan definisi kepemimpinan yang beragam juga melahirkan teori kepemimpinan yang beragam pula. Setiap pendekatan yang digunakan melahirkan berbagai macam teori kepemimpinan. Luthans mendefinisikan kepemimpinan sebagai sekelompok proses, kepribadian, pemenuhan, perilaku tertentu, persuasi, wewenang, pencapaian tujuan, interaksi, perbedaan peran, inisiasi struktur, dan kombinasi dari dua atau lebih dari hal-hal tersebut.





Selengkapnya...

Komunikasi Interpersonal


Komunikasi Interpersonal

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd


Stephen P. Robbins mengemukakan komunikasi interpersonal adalah pesan yang disampaikan dari pengirim ke penerima yang menghasilkan pemahaman makna dalam sebuah organisasi. Adapun indikatornya adalah: a) sumber komunikasi, b) pengkodean, c) pesan, d) saluran, e) penerima, dan f) umpan balik. Jika seseorang menerapkan komunikasi interpersonal di organisasinya, akan memiliki identifikasi yang kuat dalam membangun hubungan yang baik, memiliki nilai-nilai keanggotaan, setuju dengan tujuan dan system nilai, kemungkinan akan tetap di dalamnya, dan akhirnya, siap untuk bekerja keras demi organisasinya.




Selengkapnya...

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd
Budaya organisasi merupakan falsafah, ideologi, nilai-nilai, anggapan, keyakinan, harapan, sikap dan norma-norma yang dimiliki secara bersama serta mengikat dalam suatu komunitas tertentu. Secara spesifik budaya dalam organisasi akan ditentukan oleh kondisi team work leaders dan characteristic of organization serta administration process yang berlaku. Mengapa budaya organisasi penting, karena merupakan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam hirarki organisasi yang mewakili norma-norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi. Budaya yang produktif adalah budaya/yang dapat menjadikan organisasi menjadi kuat dan tujuan perusahaan dapat terakomodasi.



Selengkapnya...

Kinerja Guru

Kinerja Guru

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd
Menurut Campling, et. al., kinerja adalah kuantitas dan kualitas penyelesaian tugas yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok (job performance ia the quantity and quality of task accomplishment by and individual or group)




Selengkapnya...

Kinerja Kepala Sekolah

Kinerja Kepala Madrasah/Guru

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd


Kinerja merupakan ukuran seberapa efektif dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Setiap organisasi diselenggarakan oleh manusia, sehingga penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi.

Kinerja merupakan gambaran tingkat suatu pelaksanaan kegiatan atau program dalam usaha mencapai tujuan, misi dan visi madrasah. Kinerja dapat dimaknai sebagai ekspresi potensi seseorang berupa perilaku atau cara seseorang dalam melaksanakan tugas, sehingga menghasilkan suatu hasil kerja yang merupakan wujud dari semua tugas serta tanggung jawab pekerjaan yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat ditunjukkan seseorang misalnya guru atau kepala madrasah atau pengawas madrasah, dapat pula ditunjukkan pada unit kerja atau organisasi tertentu misalnya madrasah, lembaga pendidikan, kursus-kursus, dan lain-lain. Atas dasar itu maka kinerja diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggungjawabnya masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan.


Selengkapnya...

Pemberdayaan

Pemberdayaan Kepala Sekolah/Guru

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd

Secara konseptual, pemberdayaan atau pemberkuasaan (empowerment), berasal dari kata power (kekuasaan atau keberdayaan). Karenanya ide pemberdayaan bersentuhan dengan konsep mengenai kekuasaan. Kekuasaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan kita untuk membuat orang lain melakukan apa yang kita inginkan, terlepas dari keinginan dan minat mereka. Ilmu sosial tradisional menekankan bahwa kekuasaan, berkaitan dengan pengaruh dan kontrol.


Selengkapnya...

Kecerdasan Emosional

Kecerdasan Emosional Kepala Sekolah/Guru
Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd

Kecerdasan emosional Jason A. Colquit, Jeffrey A. Lepine dan Michael J. Wesson, merupakan tingkat kecerdasan seseorang dalam bertindak untuk menata emosinya guna mempengaruhi fungsi sosialnya. Dimensi-dimensi kecerdasan emosionalnya, yaitu: 1) kesadaran pribadi (self awareness), artinya sadar diri dalam menilai dan mengekspresikan emosi diri sendiri; 2) kesadaran terhadap sesama (other awareness), artinya kesadaran atas penilaian dan pengekspresian emosi orang lain.


0B57IJrjDpJDaOVJjdzVjaDRqNHM Selengkapnya...

Pengetahuan Manajemen

Pengetahuan Manajemen Kepala Sekolah/Guru

Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd

Pengetahuan merupakan pemahaman sampai pada kesadaran pikiran manusia terhadap obyek tertentu. Pengetahuan merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu, seni dan agama. Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Oleh karena itu, pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan dan tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan


Selengkapnya...

Thursday, 2 October 2014

IMPLEMENTASI KTSP




MANAJEMEN IMPLEMENTASI KTSP

1.1.    Latar Belakang
Penyelenggaraan pendidikan bermutu merupakan suatu keharusan untuk merespon tantangan dan tuntutan era globalisasi. Pusaran era globalisasi menyebabkan perkembangan dunia tanpa batas kearah pragmatis, perdagangan bebas (free market) dan jaringan wirausaha, revolusi teknologi komputer dan telekomunikasi, konsumerisme dan hedonisme, isu demokratissasi, transparansi, penegakan hukum dan hak asasi, isu kebebasan pers dan berfikir[1]. Pada sisi kehidupan politik terlihat kecenderungan fragmentasi. Untuk menghadapi era ini, tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan merupakan wahana manusia untuk memperluas cakrawala pengetahuan dalam rangka menjadi manusia yang berkualitas. Melalui pendidikan kualitas suatu bangsa dapat ditentukan. Kegagalan pendidikan sudah barang tentu akan berimplikasi pada kegagalan suatu bangsa demikian pula sebaliknya keberhasilan pendidikan akan membawa keberhasilan suatu bangsa.
Pendidikan akan melahirkan lapisan masyarakat terdidik yang menjadi kekuatan untuk merekatkan unit-unit organisasi sosial dalam masyarakat. Pendidikan dapat dijadikan instrumen  untuk memupuk dan memperkuat kepribadian bangsa, jati diri bangsa, dan indentitas nasional. Dalam konteks ini, pendidikan dapat dijadikan sebagai wahana strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk saling menghargai (tepo seliro) akan kebhinekaan yang untuk menjaga Negara Kesatuan Repbulik Indonesia (NKRI).
Penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh lembaga atau institusi atau organisasi harus mampu melahirkan lulusan-lulusan (SDM) bermutu, memiliki pengetahuan, menguasai teknologi, memiliki skill, kemampuan kewirausahaan (entrepreneurships). Dalam kerangka ini, pendidikan juga memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan daya saing nasional dan pembangunan kemandirian bangsa. Hal ini juga sebagai langkah untuk memenangkan persaingan pada kehidupan di era globalisasi yang mempersyaratkan keunggulan dan ketangguhan sumber daya manusia sebagai modal pembangunan.
Selengkapnya...

Tuesday, 20 August 2013

STRATEGI BERTUMBUH (AGGRESSIVE STRATEGY)


STRATEGI BERTUMBUH (AGGRESSIVE STRATEGY)
PENGEMBANGAN SEKOLAH


BAB I
PENDAHULUAN


1.1.    Latar Belakang

Dalam kesempatan ini, kami ingin memperbincangkan strategi bertumbuh (Aggressive Strategy) dan kaitannya dengan pengembangan sekolah, khususnya sumber daya sekolah. Sumber daya yang dimiliki sekolah diharapkan dapat bersemangat untuk mendukung dan menjalankan atau melaksanakan apa yang sudah dituangkan kedalam visi dan misi sekolah. Warga sekolah yang memiliki kecakapan kerja dan punya etos kerja keras sangat diperlukan dalam pengembangan sekolah.
Keterlibatan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sungguh sangat menentukan, utamanya dalam mengejar ketertinggalan bangsa ini dari bangsa-bangsa lain. Keberhasilan pembangunan itu sangat ditentukan oleh faktor manusia, dan manusia yang menentukan keberhasilan pembangunan itu haruslah manusia yang mempunyai kemampuan membangun. Kemampuan membangun hanya dapat dicapai melalui pendidikan[1]. Melalui kegiatan pendidikan formal dan non formal diharap
Selengkapnya...

Sunday, 10 February 2013

Manajemen Perubahan Pendekatan Klasik



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Berubah atau di ubah, untuk itu suatu organisasi harus menyadari bahwa apapun yang dilakukan dalam perubahan, pada intinya adalah untuk menjaga kedinamisan organisasi menuju pada peningkatan kualitas dalam menghadapi perkembangan zaman. Perubahan merupakan tanda bahwa kehidupan sedang berlangsung sehingga memberikan harapan, walau harapan itu terkadang menjadi kurang terkendali, liar, lepas dan kompetitif. Perubahan membawa konsekuensi terjadinya perubahan pada individu, kelompok, organisasi, institusi, masyarakat dan teknologi. Saat ini, telah banyak kita temukan berbagai perubahan yang dilakukan oleh sebuah organisasi demi bertahan dilingkungannya dan mewujudkan tujuan-tujuan tertentu yang diharapkan akan membuat organisasi tersebut bisa terus bertahan menghadapi persaingan di tengah majunya zaman.
Transformasi atau perubahan adalah suatu hal yang pasti terjadi karena tidak ada yang ajeg. Perubahan tidak dapat dihindari dalam kehidupan umat manusia dan merupakan tantangan yang harus dihadapi guna kemajuan di masa depan. Transformasi sudah menjadi sebuah isu global sejak didengungkannya revolusi industri. Organisasi yang ingin menjadi pemenang dalam persaingan bisnis abad mega trend, harus mampu melakukan berbagai perubahan dan inovasi secara adaptif dan fleksibel yang harus dipersiapkan manajer-manajer.
Selengkapnya...

Manajemen Konflik



MANAJEMEN KONFLIK PADA SUATU ORGANISASI




I.       PENDAHULUAN
Dalam sebuah organisasi, pekerjaan individual maupun sekelompok pekerja saling terkait dengan pekerjaan pihak-pihak lain. Ketika suatu konflik muncul didalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Demikian pula ketika suatu keputusan yang buruk dihasilkan, komunikasi yang tidak efektif selalu menjadi kambing hitam.
Para manajer bergantung kepada ketrampilan berkomunikasi mereka dalam memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses perumusan keputusan, demikian pula untuk mensosialisasikan hasil keputusan tersebut kepada pihak-pihak lain. Riset membuktikan bahwa manajer menghabiskan waktu sebanyak 80 persen dari total waktu kerjanya untuk interaksi verbal dengan orang lain.
Selengkapnya...

Saturday, 26 January 2013

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL (PMU)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1.    Latar Belakang

Keterlibatan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sungguh sangat menentukan, utamanya dalam mengejar ketertinggalan bangsa ini dari bangsa-bangsa lain. Keberhasilan pembangunan itu sangat ditentukan oleh faktor manusia, dan manusia yang menentukan keberhasilan pembangunan itu haruslah manusia yang mempunyai kemampuan membangun. Kemampuan membangun hanya dapat dicapai melalui pendidikan[1]. Melalui kegiatan pendidikan formal dan non formal diharapkan upaya untuk menciptakan dan mengembangkan seluruh potensi sumber daya yang religius, penuh kesadaran, berkepribadian, cerdas, berperilaku serta memiliki kreativitas tinggi sehingga siap untuk mengisi pembangunan..
Sumber daya manusia berkualitas merupakan aset dan potensi bangsa yang memegang peranan sangat penting dan mendasar dalam mengisi pembangunan di berbagai bidang. Hal ini, sesuai dengan visi bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya mewujudkan kualitas sumber daya manusia bangsa tersebut tidak terlepas dari pendidikan. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban negara melaksanakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh warganya.
Selengkapnya...