About Me
- Dr. Drs. Allan Setyoko, M.Pd
- Jambi, Kota Jambi, Indonesia
Translate
Wednesday, 15 May 2013
Saturday, 27 April 2013
Kebijakan
KEBIJAKAN PERUBAHAN DAN PEMBAHARUAN KURIKULUM PENDIDIKAN 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Keterlibatan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi
sungguh sangat menentukan untuk keberhasilan pembangunan. Kemampuan membangun
hanya dapat dicapai melalui pendidikan[1].
Pendidikan dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan non formal. Melalui upaya
tersebut diharapkan dapat tumbuh kembang seluruh potensi sumber daya yang
religius, penuh kesadaran, berkepribadian, cerdas, berkarakter, berperilaku
serta memiliki kreativitas tinggi sehingga siap dan mampu serta proaktif untuk
mengisi pembangunandan tantangan zaman yang selalu berubah.
Kondisi nyata saat ini yang dihadapi bangsa salah satunya adalah masih
rendahnya mutu dan pemerataan pendidikan pada setiap jenjang dan satuan
pendidikan. Pada hal, untuk mengukur daya saing suatu bangsa dipengaruhi oleh
tiga hal penting; pertama, tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi suatu bangsa; kedua, kemampuan manajemen suatu bangsa; ketiga,
kemampuan sumber daya manusia.[2]
Bercermin dari keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan
standar minimal pendidikan warganya melalui wajib belajar pendidikan dasar 9
(sembilan) tahun[3],
kemajuan IPTEK, globalisasi dan semangat otonomi daerah, pemerintah mengeluarkan
kebijakan standar minimal pendidikan warganya hingga jenjang pendidikan
menengah atas (12 tahun)[4].
Kebijakan pemerintah ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia melalui kesempatan akses dan pemerataan pendidikan pada masyarakat.
Hal ini juga sebagai usaha dalam mencapai pendidikan yang bermutu, beradab, dan
yang dapat memanusiakan manusia perlu memperhatikan prinsip pendidikan
sepanjang hayat (lifelong education) dan memperhatikan empat pilar (sendi)
pendidikan, yakni[5]:
(1) learning to know (belajar untuk
mengetahui), (2) learning to do
(belajar dengan berbuat), (3) learning to
be (belajar menjadi seseorang), dan (4) learning
to live together with to live others (belajar hidup bersama) dalam
pelaksanaannya.
Menurut Bambang
Indriyanto[6],
upaya peningkatan mutu pendidikan secara konvensional terdapat kecenderungan selalu
dikaitkan dengan ketersediaan sarana dan prasana pendidikan yang memadai, serta
kompetensi guru. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak
sepenuhnya betul. Ada komponen lain yang jarang disentuh yaitu kurikulum. Lebih
lanjut menurutnya, kurikulum merupakan instrumen strategis bagi upaya
peningkatan mutu pendidikan.
Kurikulum
sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan terdiri dari tiga entitas yaitu
tujuan, metode, dan isi. Peningkatan kompetensi guru dan penyediaan sarana dan
prasarana pendidikan hanya akan memberikan makna bagi peserta didik jika
diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam kurikulum.
Pada konteks Sistem Pendidikan Nasional rumusan tersebut dirumuskan pada
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)[7].
Untuk menjamin agar SKL tersebut dapat dicapai maka kegiatan belajar mengajar
tersebut dilengkapi dengan tujuh standar[8]
lainnya yaitu standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, standar penilaian pendidikan.
Kurikulum
2013 sebagai bagian dari intervensi peningkatan mutu pendidikan, tentu tidak
bisa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan tujuh Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sementara
itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tetap menjadi bagian Kurikulum
2013 yang berbasis kompetensi. Satuan pendidikan tetap mempunyai kewenangan
untuk mengembangkan kurikulum sendiri yang sesuai dengan kondisi satuan
pendidikan tersebut.
Dalam strategi perubahan dan pengembangan kurikulum diperlukan sebuah
dataran konseptual yang bersifat praktis maupun teoritis sehingga perubahan dan
pengembangan kurikulum dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dengan baik di
setiap satuan pendidikan.
Selengkapnya...
Wednesday, 24 April 2013
CAUSAL LOOP DIAGRAM
IDENTIFIKASI SISTEM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN
DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK MODEL CAUSAL LOOP DIAGRAM (CLD)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
MAS GUPPI Jambi berupaya ikut serta
dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak bangsa. Namun demikian, perlu
banyak hal yang harus dilakukan untuk melakukan peningkatan mutu tersebut.
Salah satunya terbatasnya anggaran dan sarana prasarana. Untuk itu, perlu
segera dilakukan pembenahan agar tidak ditinggalkan stackholdernya serta dapat
mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang diharapkan. Hal ini
terlihat salah satunya dari penurunan jumlah siswa dan rata-rata hasil ujian
nasional dalam tiga tahun terakhir.
Dalam upaya untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional, MAS GUPPI Jambi harus berupaya melakukan pembenahan
pengelolaan berbagai komponen madrasah. Komponen-komponen tersebut adalah
pelaksanaan kurikulum, peningkatan jumlah, jenis dan kualitas guru, siswa,
sarana prasarana, pelaksanaan KBM dan ektrakurikuler, pemeliharaan dan
pemantapan hubungan madrasah dengan komite madrasah dan masyarakat.
Merujuk hal tersebut di atas,
sudah barang tentu MAS GUPPI Jambi harus berupaya melakukannya. Aktivitas
pengelolaan seluruh kegiatan dilakukan melalui usaha penyusunan program kerja
guna mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi. Agar seluruh pengelolaan
komponen madrasah dapat berjalan dengan baik, diikuti dengan pelayanan
administrasi madrasah yang teratur, terarah, dan terencana diperlukan
keterlibatan seluruh warga madrasah dalam pelaksanaan dan implementasi guna
mencapai sasaran yang ditetapkan.
MAS GUPPI Jambi, dalam
melaksanakan penyusunan seluruh program rencana strategis tersebut masih
terkendala dengan berbagai persoalan, seperti; belum memiliki manajemen
madrasah yang baik, solid, dan terpadu, belum menerapkan disiplin yang tinggi
terhadap guru dan siswa, suasana kekeluargaan antara seluruh warga madrasah
dalam menumbuhkan rasa saling menghargai, menghormati, dan menyayangi belum
muncul. Selain itu, guru-guru MAS GUPPI Jambi belum memiliki motivasi,
integritas, kepribadian dan pengalaman yang tinggi serta kompetensi akademik
sesuai dengan mata pelajaran yang diasuhnya. Demikian pula dengan kinerja
tenaga kependidikan yang dimilikinya. Hal ini, terlihat juga pada segi sarana
dan prasarana penunjang pendidikan yang minim serta tidak terbangunnya jalinan
komunikasi dengan komite madrasah MAS GUPPI Jambi.
Berpijak dari kondisi yang
kompleks dan dinamis yang dihadapi MAS GUPPI Jambi, maka sangat perlu memandangnya
tidak secara sempit dan terfragmentasi. Hal ini, dimaksudkan agar analisis
sistem yang dilakukan dapat menghasilkan suatu kesimpulan dan rekomendasi yang
tepat. Untuk itu, proses analisis sistemnya menekankan pada pendekatan holistik terhadap pemecahan masalah dan
menggunakan model untuk mengidentifikasi dan meniru karakteristik dari sistem-sistem
yang kompleks serta membuat alternatif skenario pemecahan masalah.
Kompleksitas permasalahan
dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di MAS GUPPI Jambi, sudah barang
tentu dibutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi. Untuk itu, perlu dilakukan
upaya melihat lebih mendalam apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan
madrasah dan strategi yang diperlukan serta menganalisa hubungan sebab akibat
yang dinamis dari faktor-faktor tersebut dengan menggunakan metode pendekatan
sistem dengan model Causal Loop Diagram
(CLD).
Friday, 19 April 2013
Vensim PLE
Cara Menggunakan VENSIM PLE
Pada Proses System Thinking (ARCHETYPE/CLD)
Membuat VARIABEL:
Klik panel VAR (Tanpa Border line/Kotak)
Buat seluruh Variabel, lalu letaknya di tata. Dalam melakukan penataan,
letakan variabel yang berdekatan agar loop tidak banyak yang bertumpuk.
Membuat LOOP:
Membuat LOOP:
Klik panel Garis lengkung
Letakan cursor di kotak variabel klik krir lalu geser cursor ke variabel
yang diinginkan. Lakukan hingga seluruh variabel punya hubungan.
Jika cursor yang ditarik hanya membentuk garis lurus, anda dapat
membentuknya melengkung dengan cara: klik kiri bulatan yang ada pada garis itu
sesuai keinginan anda.
Membuat Notasi Hubungan Antar VARIABEL:
Membuat Notasi Hubungan Antar VARIABEL:
Klik kanan pada pucuk tanda panah (LOOP), akan muncul beberapa pilihan NOTASI
(+/- ATAU S/O) pilih yang sesuai lalu klik OK
Membuat Notasi Nama LOOP (R/B):
Membuat Notasi Nama LOOP (R/B):
Klik kiri panel com, akan muncul beberapa pilihan (COMMENT DISCRIPTION):
1. Pilih Shape
2. Jenis huruf/Font
3. Grafik: NONE (Ketik R1/B1) or Pilih
image lalu klik anah panah pilih notasi loop
4. Pilih warna sesuai keinginanmu
5. Klik OK
Wednesday, 17 April 2013
Berfikir sistem
BERFIKIR SISTEM
Peter Senge dalam bukunya Disiplin ke Lima (Five Dicipline) menyatakan mengapa harus berfikir sistem (System thingking) dan menurutnya ada beberapa alasan :
2. Karena persaingan yang keras;
3. Karena dapat mengubah cara berfikir yang mendasar;
4. Dapat mendorong proses belajar;
5. Masalah tak dapat diselesaikan dengan cara berfikir yang menciptakan masalah.
Berpikir sistematik (system thinking), mengajarkan kepada kita untuk memikirkan segala
sesuatu berdasarkan kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses
pengambilan keputusan, maknanya
mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan dan bekerja
sebagai sebuah sistem.
Menurut Peter M. Senge, system thinking merupakan Disiplin
Kelima yang mengintegrasikan disiplin-disiplin lain untuk Learning
Organization (Personal Mastery, Mental Models, Shared Vision,
Team Learning). yang merupakan Cornerstone / Pilar konsep dasar
dari
Learning Organization.
Hakekat system thinking adalah alat pemecahan
masalah yang paling tepat melalui pengungkit nya.
Berbeda dengan berpikir linier, berpikir
linier dimulai dari input-proses- output. misalnya seperti melihat
pohon di hutan. Berpikir sistem adalah seluruh yaitu melihat hutan itu
sendiri dan interaksi yang ada didalamnya.
Tuesday, 16 April 2013
System Dynamic
SYSTEM DYNAMIC: Model Causal Loop Diagram
System Dynamic adalah metode pemodelan dengan simulasi komputer, dikembangkan di MIT pada tahun 1950an sebagai suatu alat yang digunakan oleh para manager untuk menganalisis permasalahan yang kompleks. System Dynamic adalah metodologi berfikir, metodologi untuk mengabstaksikan suatu fenomena di dunia sebenarnya ke model yang lebih explisit.
Suatu fenomena menyangkut dengan 2 (dua) hal
yaitu Struktur dan Perilaku. Struktur adalah unsur pembentuk fenomena
dan pola keterkaitan antar unsur tersebut, yang dipengaruhi oleh: (1)
feedback (causal loop); (2) stock (level) dan flow (rate); (3) delay;
dan (4) nonlinearity. Sedangkan perilaku (behaviour) adalah perubahan
suatu besaran/variabel dalam suatu kurun waktu tertentu, baik
kuantitatif maupun kualitatif atau catatan tentang magnitude (besar,
nilai, angka) sesuatu dalam suatu kurun waktu tertentu (pertumbuhan,
penurunan, osilasi, stagnan, atau kombinasinya). Pemahaman hubungan
struktur dan perilaku sangat diperlukan dalam mengenali suatu fenomena.
(1) Feedback (Causal Loop) atau Hubungan Causal.
Suatu
struktur umpan–balik harus dibentuk karena adanya hubungan kausal
(sebab-akibat). Dengan perkataan lain, suatu struktur umpan-balik adalah
suatu causal loop (lingkar sebab-akibat). Struktur umpan-balik ini
merupakan blok pembentuk model yang diungkapkan melalui
lingkaran-lingkaran tertutup. Lingkar umpan-balik (feedback loop)
tersebut menyatakan hubungan sebab-akibat variabel-variabel yang
melingkar, bukan manyatakan hubungan karena adanya korelasi-korelasi
statistik.
Hubungan sebab-akibat antar
sepasang variabel harus dipandang bila hubungan variabel lainnya
terhadap variabel tersebut di dalam sistem dianggap tidak ada. Sedangkan
suatu korelasi statistik antara sepasang variabel diturunkan dari data
yang ada dalam keadaan variabel variabel tersebut mempunyai hubungan
dengan variabel lainnya di dalam sistem dan kesemuanya berubah secara
simultan.
Rancangan causal-loop diagram (CLD)
biasanya digunakan dalam system thinking (berpikir sistemik) untuk
mengilustrasikan hubungan cause-effect (sebab-akibat). Hubungan feedback
(umpan-balik) bisa menghasilkan perilaku yang bervariasi dalam sistem
nyata dan dalam simulasi sistem nyata.
Selengkapnya...
Friday, 12 April 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)